AAF

Review Jurnal Pengembangan Sistem Basis Data

Dalam review jurnal ini pertama kami akan jelaskan database atau system basis data adalah koleksi dari data-data yang terkait secara logis dan deskripsi dari data-data tersebut, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.  Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak.  Perangkat lunak yang digunakan disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).

DBMS adalah sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan, membuat, memelihara dan mengontrol akses ke database.

DBMS menyediakan beberapa fasilitas sebagai berikut :

1. DDL (Data Definition Language) memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan tipe data (data type), struktur  (structure), dan batasan – batasan (constraints) pada data yang disimpan ke dalam database.

2. DML (Data Manipulation Language) memungkinkan pengguna untuk memasukkan (insert), mengubah (update), menghapus (delete), dan menampilkan (retrieve) data dari database.

3. Access control menyediakan akses yang terkontrol ke database, seperti security system, integrity system, concurrency control system, recovery control system, dan user-accessible catalog.

DBMS memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1.      Data storage, retrieval, and update
2.      A user-accessible catalog
3.      Transaction support
4.      Concurrency control service
5.      Recovery services
6.      Authorization services
7.      Support for data communication
8.      Integrity services
9.       Services to promote data independence
10.  Utility services


Untuk mengembangkan suatu database ada beberapa konsep yang dikenal seperti :
1.          Capability Maturity Model (CMM)
2.          System Develeopment Life Cycle(SDLC)
3.          RAD
4.           Spiral

Dan salah satu  yang paling banyak digunakan adalah metodologi SDLC yang memiliki beberapa tahap seperti dibawah ini:




      1.  Planning
Merupakan proses kita menyiapkan rencana dan tujuan dari pengembangan suatu basis data.
2.      Analysis
Merupakan proses menganalisa secara mendetail suatu model data untuk siapa digunakan, data apa yang diperlukan dan lainya.
3.      Design
Merupakan proses kita membuat model basis data yang sesuai dari rencana awal.
4.      Implementasi
Merupakan proses kita menerapkan model basis data yang telah dikembangkan ke sebuah system yang membutuhkan.
5.      Maintenance
Merupakan proses pemeliharaan dari suatu basis data seperti perbaikan error, update struktur data dan lain lain.


Dalam pengembangan system basis data juga 2 buah teknik umum yang biasa digunakan yaitu:

1.      Top – down development
Pendekatan ini dimulai dari umum sampai detail. Dimulai dari mempelajari tujuan strategi sebuah organisasi, di mana untuk mencapai tujuan tersebut, informasi yang dibutuhkan oleh organisasi harus dipenuhi dan dapat dipenuhi oleh sistem. Dari langkah ini akan didapatkan model data yang abstrak.
Setelah itu tim pengembang akan bekerja menuju deskripsi dan model yang lebih detail hingga database yang teliti sehingga dapat diidentifikasikan.

2.       Bottom – up development
Pendekatan ini berjalan sebaliknya, dimulai dari sistem tertentu. Tim pengembang kemudian akan mengumpulkan kebutuhan input dan output sistem berjalan, dengan menganalisa form dan report dari sistem manual dan melakukan wawancara dengan user untuk mengetahui apakah dibutuhkan report, form, queries atau kebutuhan baru lainnya. Jika sistem memiliki database maka tim akan menggunakan kebutuhan untuk membuat model data dan kemudian dari model data tersebut akan dibuat desain dan implementasi database. Pendekatan bottom – up lebih cepat dan tidak terlalu beresiko, meskipun tidak menghasilkan sistem yang terbaik tapi mampu menghasilkan sistem yang berguna secara cepat.

Dalam penggambaran suatu struktur database kita bisa menggunakan 2 buah model yaitu:

1.      E-R Model (Entity Relationship Model)
Untuk menggambarkan sebuah database digunakan Entity Relationship Model. Tabel – tabel dalam database digambarkan dalam wujud entity. Entity adalah kumpulan objek yang memiliki sifat yang sama, sedangkan hubungan antar tabel disebut relationship, yang merupakan asosiasi antar entity yang memiliki makna.
Beberapa kompnen E-R Model, yaitu :
• Entiti
• Relasi                                                                                     
• Atribut

Semantic Object Model
Merupakan salah satu teknik pembuatan model data. Model data ini nantinya akan ditransformasikan menjadi desain database. Data dari form, report dan query direpresentasikan dalam wujud Semantic Object. Sama seperti entity, Semantic Object terdiri dari atribut – atribut.
Atribut Semantic object terdiri atas 3 jenis :
• Simple attribute
• Group attribute
• Semantic Object attribute

Dapat disimpulkan bahwa entity-relationship modeling dan semantic object modeling dapat digunakan pada pendekatan bottom – up dan top – down. Pendekatan entity-relationship modeling lebih efektif dengan pengembangan top – down, pendekatan semantic object lebih efektif untuk pengembangan bottom – up. Gambar 1 menjelaskan perbedaan antara pemodelan data entity-relationship modeling dan semantic object modeling yang pada akhirnya menghasilkan database design.



Dengan adanya Sistem basis data ini kita bisa mendapatkan  beberapa keuntungan seperti:

• Redundansi dapat dikurangkan
• Ketidakkonsistenan dapat dihindari
• Data dapat dibagikan.
• Standar-standar dapat diselenggarakan.
• Pembatasan keamanan dapat diselenggarakan.
• Integritas dapat dipertahankan.
• Keperluan yang bertentangan dapat diseimbangkan.
• Tersedianya dukungan untuk transaksi

Tetapi system basis data ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti:
- Lebih mahal disbanding menggunakan system file
- Proses back up cukup memakan waktu.
- Bila ada akses yang tidak benar, kerusakan dapat terjadi.
- Sistem lebih rumit, sehingga memerlukan tenaga spesial.
-Proses pemeliharaan dapat memakan waktu karena ukurannya yang besar

Jurnal :
http://journalofannisya.blogspot.com/2013/04/konsep-basis-data_27.html
http://dspace.library.uph.edu:8080/bitstream/123456789/1597/2/jiik-02-02-2004-penerapan_fasilitas_data_definition.pdf

Pendukung:
http://newinformatikakomputer.wordpress.com/2012/12/23/keuntungan-dan-kerugian-sistem-basis-data/

Categories:

Leave a Reply